Akibat selalu mendengarkan apa kata orang lain

Disuatu hari yang terik, berjalan seorang ayah dan anak yang membawa keledai. Keledai tersebut di naiki sang anak dan ayah yang menuntunnya.

Tibalah ia di perkampungan pertama, Penduduk sekitar mengatakan “ih itu anak ga kasihan apa sama bapaknya, panas – panas begini bapak nya suruh nuntun keledai”. Akhirnya sang anak tersebut turun dari keledai tadi dan bergantian ayah yang naik ke atas keledai. Lalu berjalanlah mereka melewati desa pertama.

Tibalah ia di perkampungan kedua. Penduduk sekitar mengatakan “ih, itu bapak ga kasihan apa sama anaknya, panas – panas begini anak nya suruh nuntun keledai”. Akhirnya sang bapak pun menyuruh anaknya naik juga ke atas keledai. Lalu berjalanlah mereka melewati desa kedua.

Tibalah ia di perkampungan ketiga. Penduduk sekitar mengatakan “ih, itu anak sama bapaknya ga kasihan apa sama keledainya, panas – panas begini keledai di naiki berdua”. Akhirnya sang bapak dan sang anak pun turun dari keledai tersebut. Lalu berjalanlah mereka dengan menuntun keledai melewati desa ketiga.

Tibalah ia di perkampungan ke empat. Penduduk sekita mengatakan “ih, itu anak sama bapaknya ngapain panas – panas gini jalan kaki, keledainya di tuntun”. Akhirnya sang bapak dan sang anak pun berfikir lagi,

anak naik keatas si bapak yang menuntun, katanya salah (desa pertama),

bapak naik ke atas keledai dan anak yang menuntun, katanya juga salah (desa kedua),

anak dan bapak naik keatas keledai, katanya juga salah (desa ketiga),

anak dan bapak menuntun keledai, katanya salah (desa keempat),

Akhirnya sang bapak dan sang anak memutuskan untuk menggendong keledai tersebut.

Tibalah ia di perkampungan ke lima, Penduduk sekitar mengatakan “ih, itu anak sama bapak udah sama – sama gila, keledai di gendong berdua.”

Tinggalkan Balasan