Arsip Kategori: Lucu-lucuaan

Nenek

Di kantin HPPM saya bercerita bahwa di daerah rumah saya ada perempuan yg selalu berjalanan menunduk, rajin ke pengajian dan kalau senyum gigi nya tak pernah terlihat.

lalu banyak yang berpendapat bahwa wanita tersebut layak menjadi idaman.

banyak yang penasaran siapakah dia. Ternyata dia ialah seorang nenek yang berumur 70th

Nanya jalan pemuda ada di mana?

Gama : sekarang bebek Kaleyo di Jalan Pemuda dekat rumah gue udah di buka sebulan yang lalu Very Happy, Jalan pemuda malam minggu jadi macet karena parkir penuh Very Happy

Giri : Jalan pemuda dimana ya kok gama?

Gama : dulu bekas Bakmie Japos, sederetan Pizza Hut

Supry : yang ada trotoarnya tu gir, ada tanda dilarang parkir, masa ga tau 😀

Alex : bakmi japos yang sederetan Pizza Hut itu Gir masa ngga tau sih..:D

Gama : Bakmi Japos di jalan pemuda udah bangkrut, di ganti dengan Bebek Kaleyo, Di jalan pemuda , rawamangun- pulogadung , jakarta timur

Giri : Nah… itu maksudnya :))

Ketahuan deh :D

Waktu di kantor lagi sore2x, iseng ah liat ke kulkas masih ada donat nganggur apa engga.

Ga sengaja mata tiba2x mengarah ke pintu masuk, itu siapa ya celingak celinguk di pintu mo masuk ga jadi jadi mungkin anak yang baru. Di tegesin lagi sepertinya client yang di depan tadi tuh bajunya.

Sambil di pandangi terus, mungkin ada 4 kali celingak celinguk ke arah pentry.

Kelima kali nya tanpa basa basi lagi, langsung berjalan ke arah pentry langsung nyomot catering yang ada disitu.

Ane colek Teman untuk ngasih tau ke client nya.

Belum sempet menikmati catering yang ada disitu udah di suruh keluar :D, di tutup pula pintu nya kwkwkwkw.

Jadi inget kucing di warteg dulu.

Akibat selalu mendengarkan apa kata orang lain

Disuatu hari yang terik, berjalan seorang ayah dan anak yang membawa keledai. Keledai tersebut di naiki sang anak dan ayah yang menuntunnya.

Tibalah ia di perkampungan pertama, Penduduk sekitar mengatakan “ih itu anak ga kasihan apa sama bapaknya, panas – panas begini bapak nya suruh nuntun keledai”. Akhirnya sang anak tersebut turun dari keledai tadi dan bergantian ayah yang naik ke atas keledai. Lalu berjalanlah mereka melewati desa pertama.

Tibalah ia di perkampungan kedua. Penduduk sekitar mengatakan “ih, itu bapak ga kasihan apa sama anaknya, panas – panas begini anak nya suruh nuntun keledai”. Akhirnya sang bapak pun menyuruh anaknya naik juga ke atas keledai. Lalu berjalanlah mereka melewati desa kedua.

Tibalah ia di perkampungan ketiga. Penduduk sekitar mengatakan “ih, itu anak sama bapaknya ga kasihan apa sama keledainya, panas – panas begini keledai di naiki berdua”. Akhirnya sang bapak dan sang anak pun turun dari keledai tersebut. Lalu berjalanlah mereka dengan menuntun keledai melewati desa ketiga.

Tibalah ia di perkampungan ke empat. Penduduk sekita mengatakan “ih, itu anak sama bapaknya ngapain panas – panas gini jalan kaki, keledainya di tuntun”. Akhirnya sang bapak dan sang anak pun berfikir lagi,

anak naik keatas si bapak yang menuntun, katanya salah (desa pertama),

bapak naik ke atas keledai dan anak yang menuntun, katanya juga salah (desa kedua),

anak dan bapak naik keatas keledai, katanya juga salah (desa ketiga),

anak dan bapak menuntun keledai, katanya salah (desa keempat),

Akhirnya sang bapak dan sang anak memutuskan untuk menggendong keledai tersebut.

Tibalah ia di perkampungan ke lima, Penduduk sekitar mengatakan “ih, itu anak sama bapak udah sama – sama gila, keledai di gendong berdua.”

kemuliaan Puasa Ramadhan

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: قَالَ اللَّهُ :
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ وَإِذَا كَانَ يَوْمَ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ وَإِذَا لَقِيَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ

( صحيح البخاري )

Sabda Rasulullah saw : Allah swt berfirman :
“semua ibadah keturunan Adam (As) untuknya, kecuali puasa, sungguh itu untuk Ku, dan Aku yg akan mengganjarnya (tanpa perhitungan malaikat), dan puasa adalah benteng dari neraka, dan jika dihari puasa kalian, maka janganlah berbicara yg buruk/asusila, jangan bertengkar dan membentak, jika ada yg mencacinya atau menantangnya, maka katakanlah aku sungguh orang yg berpuasa, dan Demi Yang Diriku dalam genggaman Nya (sumpah beliau saw), sungguh aroma tak sedap di mulut orang yg berpuasa, lebih wangi disisi Allah swt dari wanginya minyak wangi termahal, dan bagi yg berpuasa dua kegembiraan, kegembiraan saat berbuka, dan gembira saat berjumpa Pencipta Nya, ia gembira dg puasanya” (Shahih Bukhari)

Sumber : Alhabib Munzir bin Fuad Almusawa

Amin

Ucapan Amiin seorang imam (dalam shalat berjamaah) setelah membaca Alfathihah, selalu di barengi dengan Amiin nya para malaikat.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ الله عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ الله صلى الله عليه وسلم قَالَ

إِذَا قَالَ الإِمَامُ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّآلِّيْنَ فَقُوْلُوْا آمِيْنَ فَإِنَّهُ مَنْ وَافَقَ قَوْلُهُ قَوْلَ الْمَلاَئِكَةِ غُفِرَلَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

(رواه البخاري (:198/1


Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah saw bersabda:

Ketika seorang Imam mengucapkan ‘Ghairil Maghdluubi ‘Alaihim Waladldlaalliin’, maka ucapkanlah :’Aamiin’, karena sesungguhnya barangsiapa yang bersamaan ucapannya dengan ucapan para malaikat, diampuni dosa-dosanya yang telah lampau.” (HR Bukhari I:198)

Khutbah Rasulullah saw di Hari Terakhir Bulan Sya’ban

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ :
كَانَ رَسُولُ اللَّه صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِى رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ ، وَكَانَ يَلْقَاهُ فِى كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ ، فَلَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ

( صحيح البخاري )

Dari Ibnu Abbas RA. Berkata:
“Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan. Dan kedermawanannya lebih lagi pada bulan Ramadhan ketika Jibril menemuinya, dan Jibril menemuinya setiap malam di bulan Ramadhan untuk tadarus Al-Qur’an. Sungguh Rasulullah SAW lebih murah hati melakukan kebaikan daripada angin yang berhembus”. ( Shahih Al Bukhari)

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah

Berikut saya sampaikan khutbah sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam di hari terakhir bulan Sya’ban untuk menyambut Ramadhan, hadits ini riwayatnya lemah namun teriwayatkan lebih dari 25 riwayat, dan pada makna-makna kalimatnya didukung oleh hadits-hadits shahih, maka pada hakikatnya meskipun hadits ini riwayatnya lemah namun merupakan perpaduan hadits-hadits shahih yang terpecah, dan riwayat diatas merupakan riwayat yang merangkum kesemuanya. Maka berikut ini khutbah beliau di akhir bulan Sya’ban seraya menyambut bulan Ramadhan :

أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ أَظَلَّكُمْ شَهْرٌ عَظِيْمٌ، شَهْرٌ مُبَارَكٌ، شَهْرٌ فِيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، جَعَلَ اللهُ صِيَامَهُ فَرِيْضَةً، وَقِيَامَ لَيْلِهِ تَطَوُّعًا، مَنْ تَقَرَّبَ فِيْهِ بِخِصْلَةٍ مِنَ الْخَيْرِ، كَانَ كَمَنْ أَدَّى فَرِيْضَةً فِيْمَا سِوَاهُ، وَمَنْ أَدَّى فِيْهِ فَرِيْضَةً كَانَ كَمَنْ أَدَّى سَبْعِيْنَ فَرِيْضَة فِيْمَا سِوَاهُ، وَهُوَ شَهْرُ الصَّبْرِ، وَالصَّبْرُ ثَوَابُهُ الْجَنَّةُ، وَشَهْرُ الْمُوَاسَاةِ، وَشَهْرٌ يَزْدَادُ فِيْهِ رِزْقُ الْمُؤْمِنِ، مَنْ فَطَّرَ فِيْهِ صَائِمًا كَانَ مَغْفِرَةً لِذُنُوْبِهِ، وَعِتْقَ رَقَبَتِهِ مِنَ النَّارِ، وَكَانَ لَهُ مِثْلَ أَجْرِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْتَقِصَ مِنْ أَجْرِهِ شَيْءٌ، قَالُوْا: لَيْسَ كُلُّنَا نَجِدُ مَا يفطرُ الصَّائِمُ فَقَالَ : يُعْطِي اللهُ هَذَا الثَّوَابَ مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا عَلَى تَمْرَةٍ أَوْ شَرْبَةَ مَاءٍ أَوْ مَذقَةَ لَبَنٍ، وَهُوَ شَهْرٌ أَوَّلُهُ رَحْمَةٌ، وَأَوْسَطُهُ مَغْفِرَةٌ، وَآخِرُهُ عِتْقٌ مِنَ النَّارِ، مَنْ خَفَّفَ عَنْ مَمْلُوْكِهِ غَفَرَ اللهُ لَهُ، وَأَعْتَقَهُ مِنَ النَّارِ، وَاسْتَكْثِرُوْا فِيْهِ مِنْ أَرْبَعِ خِصَالٍ، : خِصْلَتَيْنِ تَرْضْوَنِ بِهِمَا رَبَّكُمْ، وَخِصْلَتَيْنِ لَا غِنًى بِكُمْ عَنْهُمَا، فَأَمَّا الْخِصْلَتَانِ اللَّتَانِ تَرْضَوْنَ بِهِمَا رَبَّكُمْ فَشَهَادَةُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَتَسْتَغْفِرُوْنَهُ، وَأَمَّا اللَّتَانِ لَا غِنَى بِكُمْ عَنْهُمَا فَتَسْأَلُوْنَ اللهَ الْجَنَّةَ وَ تَعُوْذُوْنَ بِهِ مِنَ النَّارِ، وَمَنْ أَشْبَعَ فِيْهِ صَائِمًا سَقَاهُ اللهُ مِنْ حَوْضِيْ شَرْبَةً لَا يَظْمَأُ حَتَّى يَدْخُلَ الْجَنَّةَ.

Artinya:
” Wahai manusia, sunguh telah dekat kepadamu bulan yang agung, bulan yang penuh dengan keberkahan, yang didalamnya terdapat satu malam yang lebih baik (nilainya) dari seribu bulan, bulan yang mana Allah tetapkan puasa di siang harinya sebagai fardhu, dan shalat (tarawih) di malamnya sebagai sunah. Barang siapa mendekatkan diri kepada Allah di bulan ini dengan satu kebaikan (amalan sunnah), maka pahalanya seperti dia melakukan amalan fardhu di bulan-bulan yang lain. Barangsiapa melakukan amalan fardhu di bulan ini, maka pahalanya seperti telah melakukan 70 amalan fardhu di bulan lainnya. Inilah bulan kesabaran dan balasan atas kesabaran adalah surga, bulan ini merupakan bulan kedermawanan dan simpati (satu rasa) terhadap sesama. Dan bulan dimana rizki orang-orang yang beriman ditambah. Barang siapa memberi makan (untuk berbuka) orang yang berpuasa maka baginya pengampunan atas dosa-dosanya dan dibebaskan dari api neraka dan dia mendapatkan pahala yang sama sebagaimana yang berpuasa tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang yang berpuasa .
Mereka (para sahabat) berkata : “Wahai Rasulullah! tidak semua dari kami mempunyai sesuatu yang bisa diberikan kepada orang yang berpuasa untuk berbuka.”
Rasulullah menjawab: “Allah akan memberikan pahala ini kepada orang yang memberi buka puasa walaupun dengan sebiji kurma, atau seteguk air, atau setetes susu”. Inilah bulan yang permulaannya (sepuluh hari pertama) Allah menurunkan rahmat, yang pertengahannya (sepuluh hari pertengahan) Allah memberikan ampunan, dan yang terakhirnya (sepuluh hari terakhir) Allah membebaskan hamba-Nya dari api neraka . Barangsiapa yang meringankan hamba sahayanya di bulan ini, maka Allah SWT akan mengampuninya dan membebaskannya dari api neraka. Dan perbanyaklah melakukan empat hal di bulan ini, yang dua hal dapat mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan yang dua hal kamu pasti memerlukannya. Dua hal yang mendatangkan keridhaan Allah yaitu syahadah (Laailaaha illallaah) dan beristighfar kepada Allah, dan dua hal yang pasti kalian memerlukannya yaitu mohonlah kepada-Nya untuk masuk surga dan berlindung kepada-Nya dari api neraka . Dan barang siapa memberi minum kepada orang yang berpuasa (untuk berbuka), maka Allah akan memberinya minum dari telagaku (Haudh) dimana dengan sekali minum ia tidak akan merasakan haus sehingga ia memasuki surga “.

Sumber : Alhabib Munzir bin Fuad Almusawa

Puasa Sunnah di Bulan Sya’ban


عن عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ :
لَمْ يَكُنْ النَّبِيُّ، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَصُومُ شَهْرًا، أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ، وَكَانَ يَقُولُ : خُذُوا مِنْ الْعَمَلِ، مَا تُطِيقُونَ، فَإِنَّ اللَّهَ لَا يَمَلُّ، حَتَّى تَمَلُّوا

( صحيح البخاري )

Dari Aisyah ra : tiada pernah Nabi saw berpuasa (puasa sunnah) disuatu bulan (selain ramadhan) lebih banyak dari bulan sya’ban, dan sungguh beliau saw berpuasa hampir seluruh hari bulan sya’ban, dan beliau saw bersabda : ambillah (amalkanlah) dari amal-amal ibadah semampu kalian, maka sungguh Allah swt tiada akan bosan, hingga kalian bosan” (Shahih Bukhari)

Pacar yang hilang – Biru band

Aku hanya ingin mencintai mu
dengan sepenuh jiwa dan ragaku
tapi mengapa kau tinggalkan ku

reff 1 :
pacarku hilang di ambil orang
apakah wajahku kurang tampan sayang
memang susah mencari, pacar perhatian… pacar pengertian…

ooo… ooo….

reff 2 :
Andai kau tau sakit hati ini, ku tak sanggup lagi, ku tak tahan lagi…
mengapa hidupku selalu begini terus tersakiti dan di tinggal pergi…

lebih baik aku hidup sendiri
kemanapun tiada yg melarang
mencari pacar pengertian…

back to reff 1 – 2x
back to reff 2

untuk apa aku mikirin kamu
belum tentu kamu mikrin aku
lebih baik ku tinggalkan mu
pergi lupakan mu…. 4x

Mudah – mudahan sudah mendapatkan yang terbaik, untuk di dunia dan akhirat kelak, amin…

jangan pernah ragu untuk membuka hati untuk yang lain, masih ada banyak cinta sejati. Serahkan semua pada Yang Maha Kuasa, Maha Abadi, Maha Adil dan Maha mempunyai segala nya dialah ALLAH SWT

Gabungkan tanggal lahir

Gabungkan. Tanggal serta bulan lahir dan Nama depan Anda.

 

Tanggal
Bulan
Huruf Nama Depan

1. Gw sekantor sama

2. Gw getok pala nya

3. Gw plorot2xin kolor nya

4. Gw urek2an kuping sama

5. Gw mandi bareng sama

6. Gw bercumbu sama

7. Gw ngupil bareng sama

8. Gw di muntahin sama

9. Gw ngedate sama

10. Gw colok2xan mata sama

11. Gw makan sendal bareng

12.Gw main ingus sama

13. Gw main kuda2xan sama

14. Gw foto box bareng

15. Gw tidur bareng sama

16. Gw Firstkiss sama

17. Gw di putusin sama

18. Gw jadian sama

19. Gw mutusin

20. Gw di peluk

21. Gw first date sama

22. Gw nikah sama

23. Gw jualan kolornya sama

24. Gw di pijet sama

25. Gw nonton bareng sama

26. Gw di mandiin sama

27. Gw nyium kakinya

28. Gw cium

29. Gw ceraikan

30. Gw nyomblangin

31. Gw di tampar sama

Jan : Budi Anduk

 

Feb : Tyas Miyarsih

 

Mar : Manohara

 

Apr : Alisa subandono

 

Mei : Komeng

 

Juni : Mpok Nori

 

July : Aura Kasih

 

Agust : Peppy

 

Sept : Mulan Jamela

 

Okt : Leila sari

 

Nov : Zaskia mecca

 

Des : Sandra dewi

A : Di hutan rimba

B : Di Trotoar

C : Di Tiang listrik

D : Di Penjara

E : Di Menara Pisa

F : Di Rel Kereta

G : Di Pos Hansip

H : Di kuburan

I : Di Hotel

J : Di bekas toilet

K : Di Halte

L : Di atas genteng

M : Di selokan

N : Di WC umum

O : Di Parkiran

P : Di medan perang

Q : Di asrama tentara

R : Di dalem bajaj

S : Di dalem laut

T ; Di dalem angkot

U : Di buangan limbah

V : Di tengah jalan

W : Di tembok china

X : Dimana mana

Y : Di kolong jembatan

Z : Di kandang ayam