06.30.10
Posted in Majelis
at 12:00 pm

Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1431H. Jum’at 9 Juli 2010 Monumen Nasional jantung ibukota, pusat umat muslimin terbesar di dunia. Mari jadikan Jakarta sebagai kota Sayyidina Rasulullah SAW agar penuh kedamaian dan ke makmuran di bumi tercinta.
Siaran langsung sambutan Tausyiah singkat Guru Mulia Al-Musnid Al’Alamah Al-Habib Umar bin Hafidh via live streaming dari kediaman beliau di Ta’rim Hadramaut Yaman.
Permalink
02.26.10
Posted in Majelis
at 11:10 pm

Hari ini adalah kelahiran sang Nabi besar Sayiddina Muhammad SAW, pagi hari sekitar pukul 06.15 berangkat dari rumah menuju silang monas untuk dizikir djalalah.. setibanya di silang monas sekitar pukul 07.15 begitu padat jamaah yang berdatangan hingga berdesak2an di pintu masuk nya, ternyata yang membuat kepadatan tersebut adalah PASPAMPRES yang menjaga kemanan di pintu, di periksa semua barang bawaan mulai dari tas lalu pemeriksaan hingga ke seluruh tubuh dengan metal detector.
Setelah lolos dari antrian padatanya jamaah langsung berjalan menuju area tempat berkumpulnya jamaah, tp kali ini agak beda tempatnya rada jauh juga dari biasanya dzikir djalalah di monas, kali ini lebih dekat ke arah statiasiun gambir mungkin supaya benar2 pas jamaah menghadap ke kiblat bertepatan dengan membelakangi matahari terbit, sekitar pukul 07.30 terlihat awan di angkasa mulai membentuk lafadz ALLAH begitu indah akan tetapi hanya sesaat kurang lebih 10menit bertepatan dengan datangnya guru mulia Al Habib Munzir Al Musawa
Acara maulid pun di mulai dengan pembacaan maulid adiba’i dan qosidah shalawat junjungan Nabi Muhammad SAW, tak lama Bpk Presiden H. SBY pun datang dan langsung di singkat ke pembcaan asryakal jamaah semuanya berdiri sebagaimana biasanya, setelah itu Habib Munzir menyampaikan ceramah tentang lahirnya Rasulullah yang di lahirkan tepat pada pagi hari ini, ketika Rasulullah lahir ke dunia ini langsung dalam keadaan bersujud dan sujud inilah yang sedekat2nya manusia dengan ALLAH, semua alam semesta menyambut ke lahiran sang Nabi matahari sudah terbit walaupun belum masuk waktu subuh, patung besar di makkah tiba2 tumbang seolah2 bersujud dengan hidung patung tersebut menyentuh bumi, dan api yang selalu di sembah selama ribuan tahun yg tak pernah padam saat itu juga padam dengan sendirinya. Habib Munzir terus bercerita kelembutan2 Nabi Muhammad tak ada manusia sesempurna Nabi, lalu hingga bercerita ketika Nabi mulai kurang sehat dan detik2 sebelum wafatnya Sayiddina, tak terasa air mata ini menetes di kain sarung
yang tak tega mendengar Sayiddina begitu kesakitannya hingga Beliau wafat tak ada satu orang sahabat Beliau yang tega menutup liang kuburnya dengan tanah sehingga tanah itu berjatuhan sendiri menutup liang kubur Sayiddina dan sahabat hanya meratakannya saja, semakin cintanya hamba mu ini ya ALLAH dengan Nabi Muhammad untuk menjadi tauladan dalam kehidupan sehari2, semoga jakarta menjadi kota Sayiddina Muhammad agar penuh cinta dan damai.
Permalink
02.11.10
Posted in Majelis
at 12:01 am
Ya Nabi… salam ‘Alaika, Ya Rasul… salam ‘Alaika, Ya Habib… salam ‘Alaika… Ya Rasulullah Shalawatullah ‘alaika

Denyutkan Jantung mu Dengan Dzikirullah
Bersama Al Habib Munzir Al Musawa “Pimpinan Majelis Rosulullah SAW”
Mari kita Dzikir Jalalah bersama (Ya Allah… Ya Allah … Ya Allah………)
Permalink
02.06.10
Posted in Majelis
at 7:52 pm
وقت السحر
(WAKTU LARUT MALAM)
وَقْتِ السَّحَرْ بِهْ يَطِيْب الْحَالْ لاَهْلِ الصَّفَا وَبِهْ يَجُوْدُ الْعَلِي بِالْفَضْلِ لأَهْلِ الْوَفَا
Waktu larut malam adalah saat termuliakannya keadaan orang orang suci, dan pada waktu itu pula semakin pemurah Sang Maha Mulia dengan anugerah untuk mereka yg menepati janji untuk mengunjungi Nya (shalat malam),
كَمْ مِنْ سَقِيْمٍ بِهَذَا الْوَقْتِ نَالَ الشِّفَا وَكَمْ بِهِ اِتَّصَلْ مِنْ عَبْدٍ بِالْمُصْطَفَى
Berapa banyak orang orang yg dimurkai dan ditimpa musibah yg diwaktu larut malam itu (mereka bermunajat pada Nya) maka mereka mendapatkan kesejukan dan pencabutan atas musibahnya, dan berapa banyak banyak pula para hamba yg termuliakan dengan terhubung hatinya dengan sang Nabi saw,
وَقَابَلَتْهُ الْمَوِاهِبْ ظَاهِرًا وَالْخَفَا وَنَازَلَتْهُ لَطَائِفْ خَيْرِ مَنْ لَطَفَا
Maka ia disambut dengan anugerah anugerah yg terlihat dan yg tersembunyi (permasalahan dunia dan akhiratnya), dan turunlah untuknya kasih sayang dan kelembutan kelembutan dari yg sangat Indah kelembutan Nya.
عَنِ الْمَسَاوِي وَكُلِّ الذَّنْبِ فَضْلاً عَفَى وَبَارِقِ الْفَضْلِ وَاْلإِ حْسَانِ لُهْ رَفْرَفَا
dari kehinaan kehinaan dan setiap dosa, anugerah maaf Nya pun melimpah, dan pijaran cahaya kemuliaan dan keluhuran untuknya terus bercahaya indah,
وَحَسْبُهُ جُوْدُ مَوْلاَنَا الْعَلِي وَكَفَى وَهَاهُنَا الْقَوْلَ يَا أهْلَ الْفَهُمْ قَدْ وَقَفَا
Maka cukuplah kedermawanan Tuhan kita Yang Maha Tinggi dan Maha Mencukupi segenap hamba Nya, dan sampai disinilah wahai yang memahami, terhenti ucapan dan kata kata.
مَنْ ذَايُعَبِّرْ عَنِ الْغَوْثِ إِذَا وَكَفَا ياَرَبِّ زِدْنَا عَطَايَا يَارَبِّ زِدْ تُحَفَا
Siapakah pula yg mampu menggambarkan kemegahan curahan hujan rahmat Nya bila sedang melimpah.., wahai Tuhan tambahkan bagi kami pemberian pemberian, wahai Tuhan kami tambahkanlah sesuatu yg berharga,
وَاعْطِفْ عَلَيْنَا فَإِنَّكَ خَيْرَ مَنْ عَطَفَا وَاعْلِي لَنَا فِي رِحَابِ الْعِزّ ِبِكْ غُرَفَا
Maka berlemah lembutlah pada kami, sungguh engkau sebaik baik yg berlemah lembut, dan limpahkanlah kemuliaan bagi kami dengan sambutan kemegahan kamar kamar istana Mu,
وَصَلِّ دَأْبًا عَلَى أحْمَدُ وَالِهَ الشُّرَفَا وَالصَّحْبِ أَهْلِ الْهُدَى وَمَنْ بِهِمْ إِقْتَفَا
Dan limpahkanlah shalawat selalu atas Nabi Muhammad saw dan keluarganya yg mulia, beserta para sahabatnya dan para pembawa petunjuk dan semua yg mengikuti jejak mereka,
وَالْحَمْدُ اللهِ رَبِّي حَسْبُنَا وَكَفَى
Dan segala puji bagi Allah Tuhanku, Yang Maha Melindungi kami dengan kecukupan.
Syair Al Allamah Al habib Umar bin Hafidh.
Majelis Rasulullah SAW
Download Waqtisahar
Permalink
01.02.10
Posted in Majelis
at 8:56 pm
Al-Imam Al-’Arifbillah Al-Musnid Al-Hafizh Al-Mufassir Al-Habib Umar bin Muhammad bin Hafidh. Beliau adalah al-Habib ‘Umar putera dari Muhammad putera dari Salim putera dari Hafiz putera dari Abd-Allah putera dari Abi Bakr putera dari‘Aidarous putera dari al-Hussain putera dari al-Shaikh Abi Bakr putera dari Salim putera dari ‘Abd-Allah putera dari ‘Abd-al-Rahman putera dari ‘Abd-Allah putera dari al-Shaikh ‘Abd-al-Rahman al-Saqqaf putera dari Muhammad Maula al-Daweela putera dari ‘Ali putera dari ‘Alawi putera dari al-Faqih al-Muqaddam Muhammad putera dari ‘Ali putera dari Muhammad Sahib al-Mirbat putera dari ‘Ali Khali‘ Qasam putera dari ‘Alawi putera dari Muhammad putera dari ‘Alawi putera dari ‘Ubaidallah putera dari al-Imam al-Muhajir to Allah Ahmad putera dari ‘Isa putera dari Muhammad putera dari ‘Ali al-‘Uraidi putera dari Ja’far al-Sadiq putera dari Muhammad al-Baqir putera dari ‘Ali Zain al-‘Abidin putera dari Hussain sang cucu laki-laki, putera dari pasangan ‘Ali putera dari Abu Talib dan Fatimah al-Zahra puteri dari Rasul Muhammad S.A.W bin Abdullah bin Abdul Mutholib bin Hasyim bin Abdul Manaf bin Qussay bin Qilab bin Murroh bin Ka’ab bin Lu’ayy bin Gholib bin Fihr bin Malik bin An Nadr (Al Quraysh) bin Qinana bin Khuzayma bin Mudhrika bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Muadz bin Adnan bin ‘Udad bin Muqowwam bin Nahur bin Tayroh bin Yashjub bin Nabhit bin Qaydar bin Adhbul bin Mabsha’ bin Misma’ bin Mashi bin Nabiyullah Ismail A.s bin Nabiyullah Ibrahim Kholilullah A.s
Beliau terlahir di Tarim, Hadramaut, salah satu kota tertua di Yaman yang menjadi sangat terkenal di seluruh dunia dengan berlimpahnya para ilmuwan dan para alim ulama yang dihasilkan kota ini selama berabad-abad. Beliau dibesarkan di dalam keluarga yang memiliki tradisi keilmuan Islam dan kejujuran moral dengan ayahnya yang adalah seorang pejuang martir yang terkenal, Sang Intelektual, Sang Da’i Besar, Muhammad bin Salim bin Hafiz bin Shaikh Abu Bakr bin Salim. Ayahnya adalah salah seorang ulama intelektual Islam yang mengabdikan hidup mereka demi penyebaran agama Islam dan pengajaran Hukum Suci serta aturan-aturan mulia dalam Islam. Beliau secara tragis diculik oleh kelompok komunis dan diperkirakan telah meninggal, semoga Allah mengampuni dosa-dosanya.
Demikian pula kedua kakek beliau, al-Habib Salim bin Hafiz dan al-Habib Hafiz bin Abd-Allah yang merupakan para intelektual Islam yang sangat dihormati kaum ulama dan intelektual Muslim pada masanya. Allah seakan menyiapkan kondisi-kondisi yang sesuai bagi al-Habib ‘Umar dalam hal hubungannya dengan para intelektual muslim disekitarnya serta kemuliaan yang muncul dari keluarganya sendiri dan dari lingkungan serta masyarakat dimana ia dibesarkan. Beliau telah mampu menghafal Al Qur’an pada usia yang sangat muda dan ia juga menghafal berbagai teks inti dalam fiqh, hadith, Bahasa Arab dan berbagai ilmu-ilmu keagamaan yang membuatnya termasuk dalam lingkaran keilmuan yang dipegang teguh oleh begitu banyaknya ulama-ulama tradisional seperti Muhammad bin ‘Alawi bin Shihab dan al-Shaikh Fadl Baa Fadl serta para ulama lain yang mengajar di Ribat, Tarim yang terkenal itu.
Maka beliau pun mempelajari berbagai ilmu termasuk ilmu-ilmu spiritual keagamaan dari ayahnya yang meninggal syahid, al-Habib Muhammad bin Salim, yang darinya didapatkan cinta dan perhatiannya yang mendalam pada da’wah dan bimbingan atau tuntunan keagamaan dengan cara Allah s.w.t. Ayahnya begitu memperhatikan sang ‘Umar kecil yang selalu berada di sisi ayahnya di dalam lingkaran ilmu dan dhikir. Namun secara tragis, ketika al-Habib ‘Umar sedang menemani ayahnya untuk sholat Jum‘ah, ayahnya diculik oleh golongan komunis, dan sang ‘Umar kecil sendirian pulang ke rumahnya dengan masih membawa syal milik ayahnya, dan sejak saat itu ayahnya tidak pernah terlihat lagi. Ini menyebabkan ‘Umar muda menganggap bahwa tanggung jawab untuk meneruskan pekerjaan yang dilakukan ayahnya dalam bidang Da‘wah sama seperti seakan-akan syal sang ayah menjadi bendera yang diberikan padanya di masa kecil sebelum beliau mati syahid. Sejak itu, dengan sang bendera dikibarkannya tinggi-tinggi, ia memulai, secara bersemangat, perjalanan penuh perjuangan, mengumpulkan orang-orang, membentuk Majelis-majelis dan da’wah. Perjuangan dan usahanya yang keras demi melanjutkan pekerjaan ayahnya mulai membuahkan hasil. Kelas-kelas mulai dibuka bagi anak muda maupun orang tua di mesjid-mesjid setempat dimana ditawarkan berbagai kesempatan untuk menghafal Al Qur’an dan untuk belajar ilmu-ilmu tradisional. Ia sesungguhnya telah benar-benar memahami Kitab Suci sehingga ia telah diberikan sesuatu yang khusus dari Allah meskipun usianya masih muda. Namun hal ini mulai mengakibatkan kekhawatiran akan keselamatannya dan akhirnya diputuskan beliau dikirim ke kota al-Bayda’ yang terletak di tempat yang disebut Yaman Utara yang menjadikannya jauh dari jangkauan mereka yang ingin mencelakai sang sayyid muda. Disana dimulai babak penting baru dalam perkembangan beliau.
Masuk sekolah Ribat di al-Bayda’ ia mulai belajar ilmu-ilmu tradisional dibawah bimbingan ahli dari yang Mulia al-Habib Muhammad bin ‘Abd-Allah al-Haddar, dan juga dibawah bimbingan ulama mazhab Shafi‘i al-Habib Zain bin Sumait, semoga Allah melindunginya. Janji beliau terpenuhi ketika akhirnya ia ditunjuk sebagai seorang guru tak lama sesudahnya. Ia juga terus melanjutkan perjuangannya yang melelahkan dalam bidang Da‘wah. Kali ini tempatnya adalah al-Bayda’ dan kota-kota serta desa-desa disekitarnya. Tiada satu pun yang terlewat dalam usahanya untuk mengenalkan kembali cinta kasih Allah dan Rasul-Nya s.a.w pada hati mereka seluruhnya. Kelas-kelas dan majelis didirikan, pengajaran dimulai dan orang-orang dibimbing. Usaha beliau yang demikian gigih menyebabkannya kekurangan tidur dan istirahat mulai menunjukkan hasil yang besar bagi mereka tersentuh dengan ajarannya, terutama para pemuda yang sebelumnya telah terjerumus dalam kehidupan yang kosong dan dangkal, namun kini telah mengalami perubahan mendalam hingga mereka sadar bahwa hidup memiliki tujuan, mereka bangga dengan indentitas baru mereka sebagai orang Islam, mengenakan sorban/selendang Islam dan mulai memusatkan perhatian mereka untuk meraih sifat-sifat luhur dan mulia dari Sang Rasul Pesuruh Allah Sejak saat itu, sekelompok besar orang-orang yang telah dipengaruhi beliau mulai berkumpul mengelilingi beliau dan membantunya dalam perjuangan da‘wah maupun keteguhan beliau dalam mengajar di berbagai kota besar maupun kecil di Yaman Utara. Pada masa ini, beliau mulai mengunjungi banyak kota-kota maupun masyarakat diseluruh Yaman, mulai dari kota Ta’iz di utara, untuk belajar ilmu dari mufti Ta‘iz al-Habib Ibrahim bin Aqil bin Yahya yang mulai menunjukkan pada beliau perhatian dan cinta yang besar sebagaimana ia mendapatkan perlakuan yang sama dari Shaikh al-Habib Muhammad al-Haddar sehingga ia memberikan puterinya untuk dinikahi setelah menyaksikan bahwa dalam diri beliau terdapat sifat-sifat kejujuran dan kepintaran yang agung.
Tak lama setelah itu, beliau melakukan perjalanan melelahkan demi melakukan ibadah Haji di Mekkah dan untuk mengunjungi makam Rasul s.a.w di Madinah. Dalam perjalanannya ke Hijaz, beliau diberkahi kesempatan untuk mempelajari beberapa kitab dari para ulama terkenal disana, terutama dari al-Habib ‘Abdul Qadir bin Ahmad al-Saqqaf yang menyaksikan bahwa di dalam diri ‘Umar muda, terdapat semangat pemuda yang penuh cinta kepada Allah dan Rasul-Nya s.a.w dan sungguh-sungguh tenggelam dalam penyebaran ilmu dan keadilan terhadap sesama umat manusia sehingga beliau dicintai al-Habib Abdul Qadir salah seorang guru besarnya. Begitu pula beliau diberkahi untuk menerima ilmu dan bimbingan dari kedua pilar keadilan di Hijaz, yakni al-Habib Ahmed Mashur al-Haddad dan al-Habib ‘Attas al-Habashi. Sejak itulah nama al-Habib Umar bin Hafiz mulai tersebar luas terutama dikarenakan kegigihan usaha beliau dalam menyerukan agama Islam dan memperbaharui ajaran-ajaran awal yang tradisional. Namun kepopuleran dan ketenaran yang besar ini tidak sedikitpun mengurangi usaha pengajaran beliau, bahkan sebaliknya, ini menjadikannya mendapatkan sumber tambahan dimana tujuan-tujuan mulia lainnya dapat dipertahankan. Tiada waktu yang terbuang sia-sia, setiap saat dipenuhi dengan mengingat Allah dalam berbagai manifestasinya, dan dalam berbagai situasi dan lokasi yang berbeda. Perhatiannya yang mendalam terhadap membangun keimanan terutama pada mereka yang berada didekatnya, telah menjadi salah satu dari perilaku beliau yang paling terlihat jelas sehingga membuat nama beliau tersebar luas bahkan hingga sampai ke Dunia Baru. Negara Oman akan menjadi fase berikutnya dalam pergerakan menuju pembaharuan abad ke-15. Setelah menyambut baik undangan dari sekelompok Muslim yang memiliki hasrat dan keinginan menggebu untuk menerima manfaat dari ajarannya, beliau meninggalkan tanah kelahirannya dan tidak kembali hingga beberapa tahun kemudian. Bibit-bibit pengajaran dan kemuliaan juga ditanamkan di kota Shihr di Yaman timur, kota pertama yang disinggahinya ketika kembali ke Hadramaut, Yaman. Disana ajaran-ajaran beliau mulai tertanam dan diabadikan dengan pembangunan Ribat al-Mustafa. Ini merupakan titik balik utama dan dapat memberi tanda lebih dari satu jalan, dalam hal melengkapi aspek teoritis dari usaha ini dan menciptakan bukti-bukti kongkrit yang dapat mewakili pengajaran-pengajaran di masa depan. Kepulangannya ke Tarim menjadi tanda sebuah perubahan mendasar dari tahun-tahun yang ia habiskan untuk belajar, mengajar, membangun mental agamis orang-orang disekelilingnya, menyebarkan seruan dan menyerukan yang benar serta melarang yang salah. Dar-al-Mustafa menjadi hadiah beliau bagi dunia, dan di pesantren itu pulalah dunia diserukan. Dalam waktu yang dapat dikatakan demikian singkat, penduduk Tarim akan menyaksikan berkumpulnya pada murid dari berbagai daerah yang jauh bersatu di satu kota yang hampir terlupakan ketika masih dikuasai para pembangkang komunis. Murid-murid dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Kepulauan Comoro, Tanzania, Kenya, Mesir, Inggris, Pakistan, Amerika Serikat dan Kanada, juga negara-negara Arab lain dan negara bagian di Arab akan diawasi secara langsung oleh Habib Umar. Mereka ini akan menjadi perwakilan dan penerus dari apa yang kini telah menjadi perjuangan asli demi memperbaharui ajaran Islam tradisional di abad ke-15 setelah hari kebangkitan. Berdirinya berbagai institusi Islami serupa di Yaman dan di negara-negara lain dibawah manajemen al-Habib Umar akan menjadi sebuah tonggak utama dalam penyebaran Ilmu dan perilaku mulia serta menyediakan kesempatan bagi orang-orang awam yang kesempatan tersebut dahulunya telah dirampas dari mereka. Habib ‘Umar kini tinggal di Tarim, Yaman dimana beliau mengawasi perkembangan di Dar al-Mustafa dan berbagai sekolah lain yang telah dibangun dibawah manajemen beliau. Beliau masih memegang peran aktif dalam penyebaran agama Islam, sedemikian aktifnya sehingga beliau meluangkan hampir sepanjang tahunnya mengunjungi berbagai negara di seluruh dunia demi melakukan kegiatan-kegiatan mulianya.
Sumber : google, wikipedia, dan situs2 lainnya
Permalink
12.29.09
Posted in Majelis
at 12:25 am
Assalamualaikum ww wb,
Bersama ini saya sampaikan Jadwal Kunjungan Guru Mulia Habib Umar bin Hafidz tahun ini di Indonesia, sbb (saya ambil dari Rabithah.net) :
31 Desember 2009 – 10 Januari 2010
Kamis, 31 Desember 2009
Malam – Tabligh Akbar di Senayan
Jumat, 1 Januari 2010
Khutbah Jumat di Masjid Al Hawi – Condet
Ashar – kunjungan ke kediaman Habib Zen Umar Smith – Pejaten
Maghrib – kunjungan ke kediaman Alm. Habib Umar Mulachela – Kemang
Sabtu, 2 Januari 2010
Kunjungan ke rumah Alm. Habib Muhamad bin Husin al Hamid – Pejaten
Ashar – Berziarah ke Luar Batang
Maghrib – Menghadiri Acara Rauhah di Cidodol
Minggu, 3 Januari 2010
Pagi – Menghadiri Haul Syeh Abubakar bin Salim di Cidodol
Sore – kunjungan ke tempat Habib Jindan di Al Fakhriyah
Senin, 4 Januari 2010
Pagi – Berkunjung ke tempat Habib Husin bin Ali Alatas – Jl Buluh
Dzuhur – Berkunjung ke tempat Habib Ali Alhadad (Sewoon) – Condet
Sore – Berkunjung ke Gedung Rabithah Alawiyah (Jl. TB Simatupang)
Maghrib – Kunjungan ke tempat Habib Mundzir al Musawa
(tambahan) ba’da Isya – Dzikir Akbar di Monas.
Selasa, 5 Januari 2010
Pagi – Menghadiri Ijtima Ulama di Jakarta
Menghadiri Multaqo Ulama di Wisma DPR – Puncak/Bogor
Rabu, 6 Januari 2010
Menghadiri Acara Multaqo Ulama di Wisma DPR
Kamis, 7 Januari 2010
Pagi – Penutupan Mulataqo Ulama di Puncak
Ashar – Berziarah ke Empang Bogor
Isya – Kunjungan ke tempat Habib Abdurrahman bin Syekh Alattas
Jumat dan Sabtu, 8 dan 9 Januari 2010
Acara di Surabaya
Minggu, 10 Januari 2010
Menghadiri Majelis Ta’lim di Kwitang
Demikianlah, semoga bermanfaat.
Demi Ridha Allah dan Senyum Rasulullah
Wassalam
Permalink
12.19.09
Posted in Majelis
at 11:40 pm
|
Permalink
11.29.09
Posted in Majelis
at 1:48 pm
Qosidah inilah yang membuat hati ini terasa sangat damai dan sangat indah serta semangat dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, qosidah yang di bawakan tiap ta’lim di Al-munawar pancoran tiap malam selasa atau di kediaman Habib Munzir Rawa kemiri tiap malam jum’at pukul 20.30 hingga selesai. di setiap ta’lim aku selalu berdoa “Ya Allah limpahkan rizqi yang banyak kepadaku agar dapat membiayai kedua orang tuaku berangkat ke tanah suci makkah, berziarah ke maqam kekasih Mu Sayiddina Rasulullah SAW”
Permalink